29.5.08

Indonesia

Oke. Virus Bosenus Bangetus kembali menyerang perut gue (mengapa ke perut?). Virus ini memang sangat membahayakan. Dapat menyebabkan si penderita mengidap penyakit idiot. Masa sih? Iya, contohnya gue kalo chatting. Yaa biasanya sih kalo gue chatting orang di seberang sana suka bingung sendiri. Tapi itulah akibat dari virus ini.


Gue : Eh, Git, lo gak bosen apa tiap hari di rumah mulu?
Gita : Ya bosen lah. Paling banter juga gue ke rumah temen
Gue : Yeee, elu mah enak rumah temen-temen lo deket. Rumah gue kan jauh dari sekolah
Gita : Kalo gak ke rumah temen paling gue nonton tv
Gue : Beuh, lo mah keren ada tv. Gue cuma ada live streaming
Gita : CUMA live streaming?
Gue : Iya. Payah kan?
Gita : Heh, live streaming tuh bagus kali
Gue : Emang lu tau live streaming apaan?
Gita : Nonton langsung
Gue : Nonton langsung gimana maksute?
Gita : Lo nggak tau live streaming?
Gue : Kagak. Hehehe. Asal ngomong doang gue. Emang apaan sih?
Gita : Gue juga gak tau apaan. Hehe. Cuma feeling gue kalo ada kata live-nya berarti siaran langsung
Gue : *gedubrak*

------------------------------------------------------------------------------------

Gue : Aaaah. Sialeee. Nggak jadi renang. Kolamnya tutup huaaaa
Ayunda : Yaaah kok tutup?
Gue : Iyaa. Cuma hari ini doang. Sial bener dah gue ah. Gue kecewaaa sakit hati huhu sakit hati
Ayunda : Sabar.. Kan bisa kapan-kapan

Emang Ayunda orangnya sabar banget dah. Lapyu muaahh *jangan pikir yang aneh-aneh*
Gue off sebentar. Abis itu online lagi.

Gue : Besok doain Jakarta nggak ujan yaaaahh
Ayunda : Siiipp. Moga-moga kolamnya nggak tutup
Gue : Emang siapa yang mau renang?
Ayunda : Loh?
Gue : Orang minta doanya aja kok biar Jakarta gak banjir hehe :D
Ayunda : Oooh haha dasar
Gue : HAHAHAHA mau aja dikadalin ama gue
Ayunda : Maksudnya?
Gue : Ahahaha. Iya gue mau renang, besok doain nggak ujan plus kolamnya nggak tutup lagi. Tapi doa buat Jakarta juga gapapah, bagus kookk :D
Ayunda : Maoodiiiiiiiiiiiiiii

-------------------------------------------------------------------------------

Aha, tadi gue EF, terus pas udah sampe kelas gue liat anak-anak pada buka buku. Gerangan ada apa? Quiz, kata Gisa. Ooh iya, lupa ada quiz. Gak pa-palah, gue kan pinter (ditambah lampu nyala-nyala di atas kepala, gue-nya nyengir ga jelas). Nah review-review dikit apal dah.

Untuk Info Kamu (UIK), yang seumuran gue mau ikutan di EF, ikut aja. TrailBlazer gampang kok, dijamin pasti udah ngerti duluan sebelum diajarin sama bule-bulenya. Tapi pas Quiz pasang tampang melas, nanti gurunya jadi maklum kalo nilainya jeblok, dan pasti ditinggiin nilainya. Kalau yang mau percaya silahkan, dan selamat bergabung menjadi seorang idiot!

JEGLEGG! Pintu kebuka. Tapi kok tangan cowok yah? Mrs. Erica kemana?
"Ehm.. is this TB 3B? Oh, I'm your teacher for this class. Mrs Erica was sicked, and cannot teach now. My name is Greg. You can't see me everyday 'cause I always in my office"

Whoooh, ini toh guru-nya Lia (temen gue yang di EF juga tapi beda kelas). Katanya sih Mr. Greg ini kepala sekolahnya EF. Bisa bahasa Indonesia looh. Soalnya istrinya orang pribumi. Hal kayak gini udah ga jarang di sini. Sebagian guru EF istri/suaminya biasanya orang pribumi. Tapi karena Mr. Greg udah hampir 10 tahun di sini, jadi dia udah sedikit lancar bahasa Indonesia.

Ehem.. ngomong-ngomong tentang bahasa Indonesia, sekarang gue kalo chatting, bahasa singkat gue pake bahasa Indonesia :

Be Right Back (BRB) - segerakembali
Away - tidakditempat
Gotta Go (gtg) - maopergi
On The Phone (otp) - laginelfon
On The Way (otw) - lagidijalan
On The Movie (otm) - nontonfilem
On The Music (otm) - dengerlagu

Niatnya sih nyari sensasi. Tapi seru juga kan kalo pake bahasa Indonesia. Huaha

Anyway, tadi gue dari forum. Liat thread tentang

TOP TEN THE CORRUPTORS IN THE WORLD

1. Soeharto, Indonesia (1967-1998), $ 15 billion - 35 billion
2. Ferdinand E Marcos, Filipina (1972-1986), $ 5 billion -10 billion
3. Mobutu Sese Seko, Kongo (1965-1997), $ 2 billion -5 billion
4. Sani Abacha, Nigeria (1993-1998), $ 2 billion - 5 billion
5. Slobodan Milosevic, Serbia/Yugoslavia (1989-2000) $ 1 billion
6. Jean- Claude Duvalier, Haiti (1971-1986), $ 300 million -800 million
7. Alberto Fujimori, Peru (1990-2000), $ 600 million
8. Pavlo Lazarenko, Ukraina (1996-1997), $ 114 million -200 million

9. Arnoldo Aleman, Nikaragua (1997-2002), $ 100 million
10. Joseph Estrada, Filipina (1998- 2001), $ 78 million -80 million

Oke, gue minta maaf, untuk info yang satu ini gue ambil dari Kaskus. Makasih Axel yang udah ngingetin gue. (buat Axel : hwakakak tau aja lo).
Satu respek gue baca ini :
HORE! Kita pertama. Iyey

Gue langsung lapor ke Nyokap gue

Gue : "Ma, Indonesia peringkat pertama lho di dunia"
Nyokap : "Peringkat pertama korupsinya?"
Gue : "Iya, kok tau? Ketinggalan jaman dong saya"
Nyokap : "Iya, udah lama itu. Waktu jamannya Pak Harto semuanya aman, tenteram. Pak Harto itu korupsi karena anak-anaknya. Kalo media massa menjelek-jelekkan kebijakannya yang selalu memeras uang rakyat, langsung-lah ditarik media massa itu. Jadi semua pada nggak berani sama Pak Harto. Tapi pas, hmm kamu tau Tragedi Mei 1998 kan? Nah itu semua mahasiswa seluruh Jakarta berkumpul dan berdemo di Gedung MPR. Istri-istri orang cina yang kaya raya diperkosa, pusat-pusat perbelanjaan dibakar, ratusan mobil hancur. Karena betul-betul pemberontakan, menteri-menteri pada mengundurkan diri, jadi mereka pada nggak ngebela Pak Harto. Pak Harto udah kewalahan dan akhirnya dia juga mengundurkan diri, dan mengangkat wakilnya, BJ Habibie untuk menggantikan posisinya."
Gue : "Kasian dong Pak Harto-nya.."
Nyokap : "Mama sih sebenernya lebih suka sama Pak Harto. Coba, siapa yang bikin jalan tol? Walaupun itu uang rakyat dulu tapi kan itu juga buat kita-kita sekarang ini"

Yaah abis itu sih nyokap gue langsung nge-dongeng tentang Pak Harto. Dan sebelumnya gue turut berduka atas meninggalnya Pak Harto beberapa bulan lalu. Manusia itu tidak pernah lepas dari kesalahan. Gue salut. Tapi bener-bener sayang, dia mau merampas harta milik rakyat demi anak-anaknya. Kalau anak-anaknya nggak minta-minta kan, gue yakin, Indonesia bakal lebih maju dari sekarang.

Ehem, itu cuma sekedar berbagi cerita, kawan. Kalo yang udah tau, ya mangap. Soalnya gue baru tau sih hehe.

Tapi kok postingan gue yang ini panjang bener yah?
Okay, gue tutup sampe sini. Wassalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh.

PS : live streaming apa ya?

27.5.08

Sadarnya Pembantu Saya dan Manusia-manusia Tercepat




baca :
"MOHON AMPUN SERIBU AMPUN. Mohon sangat. AKU DALAM KEADAAN PANAS MOHON POSISIKU DALAM KEADAAN BERDIRI. Karena aku tidak tahan panaass...! Penjelasan : pakai penghalus kain. HORMAT AKU, PHILIPS (setrikaan ceralon)"

Karena gak jelas gambarnya jadi gue terjemahin tuh. Sebenernya gue juga gak ngerti pembantu gue nulis apaan. Tapi gue tau kalo itu maksudnya peringatan supaya kita (keluarga gue lebih tepatnya) harus hemat-hemat make setrikaan. Soalnya pembantu gue sering nemuin colokan kabel setrikaan masih kepasang di steker. Tak lain tak bukan itu kerjaan gue sama kakak gue. *hahaha. ketawa jahat* Mungkin pembantu gue ngerasa gak adil kali yah. Dia sering dimarahin nyokap gara-gara ketauan belom nyopot colokannya. Padahal itu gue. *ngerasa salah jadinya*

Gue emang kadang-kadang make. Kalo pagi-pagi seragam belum siap ya gue setrika. Kadang-kadang loh yaaaa. Bukan berarti tiap hari gue nyetrika.

Ckck. Pembantu gue emang hebat. Di saat kritis-kritisnya cuaca bumi sekarang ini dia sadar juga. Sadar akan bahayanya kalo nyolokin setrika kelamaan (apa cuma itu doang ya?). Yah dibanding gue kayaknya emang lebih peduli dia. Gue cuma manggut-manggut kalo baca artikel tentang global warming, bencana alam dan lainnya. Apalagi tips-tips untuk hidup lebih akrab sama lingkungan, udah banyak artikel kayak gitu gue baca di majalah. Tapi cuma beberapa yang gue lakuin. Jiwa lingkungan belum ada di diri gue. Sayang sekali.



Anyway, barusan gue ke forum-forum gitu. Hehe. Nah gue nemu thread tentang manusia-manusia tercepat. Yang ini beda, bukan kayak olahraga-olahraga gitu. Ini unik. Yaaa lo liat aja deh sendiri. :D

1. Sekretaris Tercepat
2. Minum Tercepat
3. Rapper Tercepat
4. Pengguna Kalkulator Tercepat


Maaf nggak bisa ditampilin nih di posting. Belum tau caranya gue. *maaf kan saya masih amatir*. Yang tau caranya masukin Youtube ke blogspot kasih tau dooong dongdong ya?. Ayo berbagi. Okee? Hehe.

Ehem. Postingan gue tutup sampai disini. Sekian, terimakasih.
Mau tidur dulu. Permisi.... :D

24.5.08

Ibu, Ayah, dan Kita Sendiri

'Maaf ya sayang, Bunda pergi dulu. Kamu sama Mbak Sri yah. Makanya kamu cepet gede, makan yang banyak, biar kamu bisa ikut sama Bunda, sama Ayah juga. Assalamu'alaikum Rasya'

Sang Bunda mencium sayang buah hatinya. Ketulusan maaf terpancar dari matanya. Deg. Gue denger dan liat sendiri dari telinga dan mata gue. Percakapan singkat Kak Yesi dan Rasya yang sangat menusuk (gue yakin Rasya pasti ngerti apa itu rasa sayang dari Bunda-nya). Itu adalah kata maaf yang tulus dari seorang ibu buat anaknya.


Gue ada di negeri ini. Banyak gue liat di televisi berita-berita tentang penemuan bayi. Entah dalam kardus atau hanyut di sungai. Seorang anak manusia yang masih biru, baru keluar dari rahim sang ibu, dan belum bisa ngapa-ngapain. Coba kita pikir, siapakah orang tuanya? Siapa?

Itu aja udah tega, membuang anak. Kalau aborsi? Lo pikir sendiri aja deh segimana parahnya.

Kalo denger berita kayak gini gue pengen nangis. Kebayang gak sih kalo kita jadi 'mereka-mereka' yang dibuang seenaknya. Mereka gak bisa ngomong. Seandainya bisa pasti mereka bakal ... aaargh, gue gak bisa jelasin disini. Yang pasti sedih banget.

Di pelajaran sosiologi gue pernah diajarin tentang penyimpangan sosial. Apa ini hasil dari penyimpangan sosial? Akibat dari pergaulan bebas? Bah, mereka yang melakukan emang gak tau malu. Rela seneng-seneng dan anaknya dibuang. Seperti upil (maaf). Kita niat untuk melakukan itu, tapi hasilnya kita buang sendiri. Kenapa hal besar kayak gini disamain sama upil?

Satu yang gue pengen. Mereka yang melakukan seharusnya bisa merasakan gimana dia jadi yang ditelantarkan begitu. Apa mereka pengen diurus dan diberi ASI bukan dari orangtuanya sendiri? Betul-betul gak punya rasa. Sebegitu teganya.

Ingat. Anak adalah titipan Allah bukan milik kita sendiri. Dan kita sebagai seorang anak jangan berpikir kalau kita boleh seenaknya sama orangtua kita sendiri.

Sebenernya gue belum terlalu yakin kalo gue udah ngasih kasih sayang Mama sama Papa sama seperti mereka sayang sama gue. Tapi cuma itu yang bisa gue lakuin. Gue sadar, gue bandel. Gue yang selalu cengeng kalo dimarahin walaupun itu demi kebaikan gue sendiri, gue yang selalu ngebantah, gue yang gak bisa jadi yang terbaik. Gue sendiri, jujur, gak tau gimana caranya supaya bisa ngebales semua kebaikan Mama, kebijakan Papa. Dan gue pengen tau itu. Pengen banget. Karena gue (merasa) udah beranjak dewasa. Udah waktunya untuk itu semua.

Tapi sampai sekarang gue cuma bisa (dan tetap) berdoa untuk kesehatan Mama Papa, meminta kepada Allah agar Dia menjauhkan mereka dari semua bahaya yang bakal menimpa mereka, dan satu yang penting. 'Ya Allah, berilah aku petunjuk bagaimana caranya untuk membalas semua kebaikan orangtuaku'

Ya. It must. Always bagi gue. Dan berharap Allah pasti akan mengabulkannya. Amiiiiinn


--------------------------------------------------------------------------------------

Kok kayaknya postingan gue yang ini serius banget ya? Wheheheheh.


lihat kelakuan anak ini 12 tahun kemudian

Ahaha. Itu foto gue waktu umur satu tahun. Putih kan? Lucu kan? (Huek!).

Michael Buble - Everything

Gue gak tau kenapa gak pernah bosen sama lagu ini. Biasanya kalo ada lagu baru paling seminggu udah bosen. Tapi ini enggak. Hampir setahun ni lagu nongkrong di playlist gue. Gak di mp3, di handphone, di laptop. Semua masih sama. First Song in playlist. Kenapa yah? Apa emang lagunya enak atau liriknya? Tiap kali gue main gitar ni lagu gak pernah absen gue mainin. Dan berhasil membuat nyokap gue merinding (halah lebay). Sampai akhirnya gue sering bernyanyi-nyanyi bersama nyokap, dan tidak sengaja salah satu produser musik mendengar dan memasukkan kita ke dalam studio musik! Ternyata cuma jadi tukang pel. YA ENGGAK LAH. Cuma jadi penghibur kalo ada acara-acara keluarga gitu aja. Yaa untung sih. Seenggaknya gue bisa dianggap serius kalo nyanyi. :D

Ehem, kok gue jadi lupa ya sama topiknya. Oke. Gue akuin ni lagu mantabs. Keren. Apalagi Michael Buble-nya. Whehe. Nih gue kasih lyric-nya. Kalo lagunya ada tuh di bagian my music.


Michael Buble - Everything


You're a falling star, You're the get away car.

You're the line in the sand when I go too far.
You're the swimming pool, on an August day.
And You're the perfect thing to say.

And you play your card, but it's kinda cute.
Ah, When you smile at me you know exactly what you do.
Baby don't pretend, that you don't know it's true.
Cause you can see it when I look at you.


And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, You make me sing.
You're every line, you're every word, you're everything.

You're a carousel, you're a wishing well,
And you light me up, when you ring my bell.
You're a mystery, you're from outer space,
You're every minute of my everyday.

And I can't believe, uh that I'm your man,
And I get to kiss you baby just because I can.
Whatever comes our way, ah we'll see it through,
And you know that's what our love can do.


And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, You make me sing
You're every line, you're every word, you're everything.

So, La, La, La, La, La, La, La
So, La, La, La, La, La, La, La


And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, You make me sing.
You're every line, you're every word, you're everything.
You're every song, and I sing along.
Cause you're my everything.
Yeah, yeah

So, La, La, La, La, La, La, La
So, La, La, La, La, La, La, La